Faktor-faktor Penyebab Runtuhnya Kerajaan Majapahit

  

Sejarah singkat Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu terbesar di Indonesia. Kerajaan ini berkembang dari wilayah Jawa Timur dan berkembang menjadi kerajaan nusantara yang sangat besar. Kerajaan Majapahit juga merupakan kerajaan Hindu terakhir di Nusantara yang menguasai wilayah yang sangat luas.

Kerajaan Majapahit menggemakan sumpah legendaris Palapa. Di bawah kepemimpinan Gajah Mada, ia berhasil mempersatukan berbagai wilayah nusantara dan mempersatukan Majapahit. ) Dibawa ke gerbang kemuliaan. Di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit, tak kurang dari 98 kerajaan dari pulau hingga kerajaan asing menjadi tempat perlindungan.

Dengan dukungan Mahapatih Gajah Mada, kejayaannya diraih pada jaman Hayam Wuruk, dan kerajaan Majapahit mulai goyah setelah kematian rajanya. Setelah mengalami berbagai konflik dalam keluarga kerajaan, kejayaan Maya Pachter berangsur-angsur melemah. Penyerangan Kerajaan Islam Demak saat itu juga berhasil menundukkan Majapahit hingga akhirnya roboh pada tahun 1478.

Daftar Raja di Kerajaan Majapahit

1. Raden Wijaya (1293 – 1309 M)

2. Jayanegara (1309 – 1328 M)

3. Tribuana Tunggadewi (1328 – 1350 M)

4. Hayam Wuruk (1350 – 1389 M)

5. Kusumawardani Wikramawardhana (1389 – 1399 M)

6. Suhita (1399 – 1429 M)

7. Bhre Tumapel atau Kerta Wijaya (1447 – 1451 M)

8. Rajasawardhana (1451 – 1453 M)

9. Purwawisesa (1456 – 1466 M)

10. Kertabumi (1466 – 1478 M)

 

Faktor-faktor Penyebab Runtuhnya Kerajaan Majapahit

1. Tidak adanya generasi pemimpin kompeten yang melanjutkan pemerintahan

Sepeninggal Hayam Wuruk, Gajah Mada menjabat sebagai Gubernur Amangkhubumi dan menduduki banyak posisi strategis. Mengakibatkan, Patih Gajah Mada tidak memberikan kesempatan kepada generasi penerus untuk muncul. Alhasil, saat Patih Gajah Mada meninggal setelah Hayam Wuruk, tidak ada penerus yang mumpuni dan berpengalaman seperti Patih Gajah Mada. Dalam meneruskan pemerintahan Kerajaan Majapahit.

2. Serangan Kadiri

Ahli sejarawan Belanda, indolog, etnolog, B. J. O Schrieke mengemukakan bahwa yang menyebabkan runtuhnya kerajaan Majapahit dikarenakan serangan Dyah Wijayakarana Girindrawarddhana, melainkan karena serangan kerajaan Islam.

Dyah Wijayakarana G merupakan anak dari Bhre Kelin yang berasal dari dinasti Kadiri yang kemudian merebut kembali kekuasaan dari kerajaan Majapahit. Hal ini dibuktikan dari gelarnya adalah 'Paduka SrTMaharaja Sn Wilwatikta-DahaJangala-Kadiri'.

Menurut Profesor N.J Krom, peneliti sejarah awal, Daha sama dengan Kadiri, Wilwatikfa adalah nama kerajaan yang diduduki, dan Ah Suami (Af) / dia adalah nama tempat lahirnya. Oleh karena itu, diyakini bahwa Ranawijaya adalah Raja Kadiri yang merebut kerajaan Majapahit. Dengan demikian, dilihat dari bukti-bukti tersebut, penyebab runtuhnya Majapahit adalah karena serangan Kerajaan Kadiri.

3. Daerah Kekuasaan yang Lepas

Alasan lain runtuhnya Kerajaan Majapahit adalah hilangnya wilayah kekuasaan. Di Kerajaan Majapahit setelah kematian Hayam Wuruk, segalanya menjadi kacau dan tidak terkendali. Mengakibatkan, banyak adipati dan kerajaan yang dikuasai Kerajaan Majapahit melepaskan diri dari kekuasaan Kerajaan Majapahit.

4. Perebutan Kekuasaan diantara Keluarga Raja

Pati Unus yang merupakan penguasa Demak, pernah menjadi raja Majapahit yang kuat. Namun, hal ini tidak serta merta membawa kesimpulan seperti itu: jatuhnya Majapahit karena serangan Demak, tetapi ada unsur perebutan kekuasaan di antara keluarga Raja.

Demak adalah salah satu penguasa Majapahit, dan penguasa itu adalah keturunan Raja Majapahit. Raden Patah, pendiri Kerajaan Islam Demak adalah putra Prabu Brawijata, raja terakhir Majapahit. Oleh karena itu, ketika Pati Unus, putra Raden Patah, menyerang Majapahit, penyebab kejatuhan Majapahit dianggap sebagai keturunan Raja Majapahit yang berusaha menduduki kekuasaannya, yaitu menjadi tahta kerajaan.

5. Berkembangnya Agama Islam

Pesatnya perkembangan Islam di Pulau Jawa menjadi salah satu penyebab runtuhnya kerajaan Majapahit yang menganut agama Hindu. Di pesisir utara Jawa, pengaruh dan perkembangan Islam menyebabkan berdirinya kerajaan-kerajaan yang bercirikan agama Islam, seperti Kerajaan Cirebon, Kerajaan Demak, dan Kerajaan Banten dan lain-lain

Share To:

Miko Smartblogger

Post A Comment:

0 comments so far,add yours