November 2020

 

Cara Menampilkan Google Maps di Website dengan HTML


 

Google Maps banyak sekali penggunanya dari berbagai penjuru negara. Maps yang begitu canggih karena dapat menelusuri hingga ke beberapa daerah yang terekam. Google maps juga memudahkan untuk membantuk menunjukkan jalan kemana arah untuk menuju tujuan kita. Selain itu, dapat dimanfaatkan untuk ditampilkan di website kita, agar pengguna tidak perlu repot-repot untuk mencari alamat Anda ke Google Maps terlebih dahulu. Sehingga pengguna langsung klik saja dan menuju maps yang Anda sediakan sebelumnya.

Maka dari itu, tutorialpendidikan.com memberikan solusi dan cara mudah agar Google Maps dapat ditampilkan di website Anda. Karena cara ini begitu mudah, hanya 3 poin penting saja yang akan kita gunakan nantinya.

Berikut ini adalah cara untuk mengambil iframe atau embed code dari Google Maps. Yang dapat anda gunakan untuk menampilkan lokasi maps di website anda. Embed ini dapat kita atur dengan ukuran kecil, sedang dan besar. Iframe ini merupakan salah satu fungsi google maps agar memudahkan para pengguna untuk mendapatkan petunjuk lokasi melalui google maps. Langsung saja ke langkah-langkah, karena langkah ini begitu mudah :

1. Kunjungi terlebih dahulu Google Maps (Klik Disini), setelah mengunjungi maka cari tempat yang akan anda tampilkan di website anda. Disini saya mencontohkan “Wuling Solo Kleco”.

 


2. Setelah itu tekan tombol “Share” atau “Bagikan”. Disini kita akan mengambil kode embed dengan cara pilih tab “Embed a map” nah disitu juga disertakan bahwa Anda dapat mengatur ukuran dari map yang akan Anda tampilkan di website anda, terdapat pilihan ukuran kecil, sedang, dan besar disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Selanjutnya tekan “Copy HTML”.


 

3. Langkah terakhir kita akan menempelkannya ke website kita masing-masing seperti gambar di bawah ini. Untuk <div> adalah untuk menampilkan class daric ss yang sudah diatur sebelumnya (opsional saja), yang terpenting adalah kode embednya mulai dari <iframe>


 

4. Baik hasil dari saya akan menjadi seperti ini.


 

Terimakasih telah berkunjung, semoga menjadi bermanfaat.

 Sejarah Ditemukan Manusia Purba di Indonesia



Manusia purba mengacu pada manusia yang hidup pada zaman praaksara atau zaman sebelum mengenal baca dan tulis. Manusia purba adalah manusia yang hidup pada zaman praaksara (prasejarah). Banyak bukti-bukti otentik yang menguatkan keberadaan manusia purba khususnya di  Indonesia, Muledari fossils, Ukiran, Alat Alam Ruma Tonga, Dan lainnya. Telah banyak kita lihat para peneliti yang berhasil menemukan fosil-fosil manusia purba di Jawa Indonesia.

Indonesia's Senali Penemuan (Jack), Khususnya di daerah (Jawa Tengah dan Jawa Timur). Manusia purba di Indonesia telah ada sejak zaman quartair atau dapat dikatakan telah hidup sejak 600 ribu tahun yang lalu. Zaman Quartair Terbagi Menjadi 2 Bagian, Yang Pertama canceled zaman Dilluvium (pleistocen), Sedang zaman kedua canceled zaman alluvium (Holocen). Di Indonesia zaman Dilluvium menurut Von Koenigswald terbagi menjadi Dr. 3 Lapisang, Yato Lapisang Bawa, Lapisang Tenga, Dan Lapisang Attas. Yang mana masing-masing lapisan tersebut memiliki fosil manusia purba tersendiri.

1. Dilluvium atas

Pada lapisan atas ditemukan fosil manusia purba termuda yang ditemukan di Ngandong, Kemudian diberi nama Homo Soloensis. Sedangkan fossil manusia purba yang ditemukan di Wajak (Tulungagung) dalam jenis yang sama diberi nama Homo Wajakensis.

2. Dilluvium tengah

Dr. Eugene Dubois adalah tokoh yang menemukan fosil jenis ini, ia menjelaskan pada masa ini manusia purba sudah mampu berdiri dengan tegak, sehingga ia menamainya Pithecanthropus Erectus atau manusia kera yang berjalan dengan tegak.

3. Dilluvium bawah

Lapisan bawah ini merupakan lapisan paling tua, dan memiliki 3 jenis manusia purba di dalamnya :

a.       Meganthropus Palaeojavanicus merupakan fosil paling tua atau biasa disebut denganmanusia purba pertama, fosil ini ditemukan di daerah Sangiran.

b.      Pithecanthropus Dubius merupakan fosil yang belum jelas apakah fosil kera atau manusia, sehingga fosil ini diberikan nama Pithecanthropus Dubius atau manusia kera yang meragukan. Fosil ini ditemukan di daerah Sangiran.

c.       Pithecanthropus Robustus atau Plthecanthropus Mojokertensis fosil ini ditemukan di daerah Sangiran. Seorang sarjana Weidenreich memberi nama fosil tersebut Pithecanthropus Robustus, sedangkan seorang penemu bernama Von Koenigswald menamai fosil manusia ini dengan Plthecanthropus Mojokertensis karena menurutnya ia pertama kali menemukan fosil tersebut di dataran Mojokerto.

Beberapa jenis manusia purba menurut ciri-cirinya :

1. Pithecantropus Soloensis

Fossil manusia purba yang ditemukan di daerah Ngandong, Blora. Diberi nama Pithecanthropus Soloensis karena ditemukan di sekitaran Bengawan solo.

 

Pithecanthropus Soloeinsis memiliki perkiraan tinggi sekitar 165 hingga 180 cm. Ia adalah pemakan tumbuhan dan kerap juga berburu hewan untuk dijadikan santapan. Fosilnya ditemukan sekitar tahun 1931 Hingga 1933 oleh Openorth dan Van Koenigswald.

 

Ciri-ciri manusia purba Pithecanthropus Soloensis

 

-          Memiliki tulang belakang menonjol

 

-          Rahang bawah besar dan kuat

 

-          Memiliki hidung lebar

 

-          Tulang pipi kuat dan menonjol

 

-          Memakan segala

 

-          Tidak mempunyai dagu

 

-          Kapasitas Akal 750 cc – 1350 cc

 

-          Tonjolan kening tebal

 

-          Tinggi sekitar 165-180 cm dengan perawakan tegap.

2. Pithecanthropus Mojokertoensis

Ciri-ciri manusia purba Pithecanthropus Mojokertensis

-          Memiliki tulang tengkorak lonjong dan tebal

-          Tingginya sekitar 165 sampai 180 cm

-          Tak memiliki dagu

-          Memiliki badan tegap

-          Volume otak diperkirakan 750 cc – 1300 cc

-          Kening menonjol

3. Meganthropus Palaeojavanicus

Ciri-ciri dari manusia purba Meganthropus Palaeojavanicus :

-          Memiliki tulang pipi yang tebal

-          Otot rahang kuat

-          Bentuk tubuh tegap

-          Tulang kening yang menonjol

-          Tidak memiliki dagu

-          Bentuk kepala dengan tonjolan di belakang yang tajam

-          Volume otak 900cc

-          Hidup berkelompok dan berpindah tempat

4. Pithecanthropus Erectus

Ciri-ciri manusia purba Pithecanthropus Erectus

-          Tengkuk dan geraham (gigi) yang kuat

-          Tubuh belum tegap sempurna

-          Memiliki hidung tebal

-          Dahi lebih menonjol dan lebar

-          Tingginya sekitar 165 cm sampai 180 cm

-          Memiliki volume otak sekitar 750 cc hingga 1350 cc